Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2016

Anda Anti Arab atau Anti Islam ?

Tidak ada komentar:

SAYA heran sama orang yang antiArab. Alasannya apa?

Kalau alasannya, “Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia,” berarti kita juga harus antiAmerika, antiKorea, antiIndia, antiAustralia, antiChina, dan sebagainya.

Kalau alasannya, “Arab menjajah Indonesia dengan tameng penyebarluasan agama,” maka sungguh lucu! Karena justru orang-orang Eropa yang TERBUKTI menjajah Indonesia sambil membawa agama Kristen. Sedangkan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan secara damai, bukan lewat penjajahan.

* * *

Kaubilang, “Ini Indonesia, bukan Arab. Tak perlu pakai istilah akh, antum, syukran, jazakallah, abi, umi, dst.”

Padahal saat merayu pacarmu, kamu berkata, “I Love you. I miss you.” Saat patah hati, kamu berkata, “Gue gagal move on, nih.”

Hm… itu bahasa Indonesia atau bukan, ya?

Kau terlihat sangat antiArab dengan alasan “Kita harus cinta pada budaya Indonesia.” Padahal di saat yang sama kamu membela ajang Miss World, yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia.

Orang yang suka lagu nasyid berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, “Itu bukan dari Indonesia.” Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika.

Kamu mungkin lupa:

Nama-nama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu itu berasal dari bahasa Arab.

Istilah musyawarah dan adab juga dari bahasa Arab.

Banyak sekali istilah bahasa Arab yang kini diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ternyata sering kamu pakai, dan kamu menyukainya!

Bahkan kalau kamu belajar sejarah Bahasa Indonesia, kamu akan KAGET DAN SHOCKED, karena ternyata bahasa Arab memiliki pengaruh yang SANGAT KUAT terhadap bahasa Indonesia.

Kamu mungkin belum tahu, bahwa struktur bahasa Indonesia dan Arab itu PERSIS SAMA. Saking samanya, kita bisa dengan mudah melakukan penerjemahan kata demi kata. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan terhadap bahasa lain.

Coba kamu terjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan sistem terjemahan perkata. Bisa? Dijamin tak bisa. Karena pasti hasil terjemahannya akan sangat ngaco.

Tapi bahasa Arab BISA. Itulah salah satu bukti bahwa bahasa Indonesia dan Arab punya hubungan yang sangat erat.

Kalau kamu mencela Islam sebagai agama dari Arab, bukan dari Indonesia, hei… apa kamu lupa bahwa Kristen, Hindu dan Budha pun bukan dari Indonesia. Agama asli Indonesia adalah ANIMISME. Lupa, ya?

Jadi kenapa harus antiArab?


Jangan-jangan kamu sebenarnya antiIslam, bukan antiArab.

Source : Islampos

Sabtu, 23 April 2016

Siapa Kaum Rum yang Disebutkan oleh Nabi?

Tidak ada komentar:

“Kalian akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kalian dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kalian akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. ….” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
SIAPA sebenarnya kaum Rum yang disebutkan oleh Rasululah saw?
 Syehk Imran Hosein mengatakan:

”Nabi Muhammad saw telah mengatakan bahwa
’Kamu akan bersekutu dengan Rum’.
Rum dalam Al Qur’an mudah untuk diidentifikasi. Itu adalah ‘Gereja Kristen Ortodoks Timur’; yang mendirikan Kekaisaran Bizantium dengan Konstantinopel sebagai ibukota.


Rasulullah saw mengatakan Kalian akan bersekutu dengan Rum’.
Kekaisaran Bizantium telah menghilang hari ini, tapi ‘Gereja Kristen Ortodoks Timur ‘ tidak.
Pertanyaan berikutnya, dimana bisa menemukan kaum Rum, di mana ‘Gereja Kristen Ortodoks Timur ‘ saat ini?
Jawabannya, markas besarnya sekarang berada di Rusia. Jika saya salah saya mengajak Anda untuk mengoreksi saya.
Dan ketika Rasulullah saw mengatakan, ‘Anda akan bersekutu dengan Rum”, jawaban saya adalah akan bersekutu dengan Rusia. .. “

Demikian menurut Syeikh Imran Hossein.
Sambungan hadits di atas:
Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” ” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Dari hadits di atas, setelah berdamai, akan ada konflik antara Muslim vs Rum kemudian. 80 bendera dan tiap-tiap bendera 12 ribu tentara? Jumlah yang banyak. Tapi jika melihat penduduk Rusia beserta negera-negara bekas uni soviet dan penduduk China beserta Korea Utara, bisa dikatakan mencapai jumlah demikian.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, “Wahai Adam.” Adam menjawab, “Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu.” Allah Taala berfirman, “Keluarkan rombongan neraka.” Adam bertanya, “Apa rombongan neraka?” Allah berfirman, “Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu.” Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu?” Nabi saw menjawab,”Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Ya’juj dan Ma’juj.” (Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1342).
Jumlah yang banyak!

Jika melihat sebuah hadits Ya’juj dan Ma’juj adalah turunan paman-paman dari Turki (yaitu bangsa-bangsa Cina, Rusia, Mongolia. Bermuka lebar, bermata sipit (kecil), berambut pirang (hitam keputih-putihan atau keruh seperti awan), seakan-akan wajah mereka adalah seperti meja yang bundar. Ciri-ciri mereka yang seperti itu telah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Abu Harmalah dari bibinya.
Russia dan China sendiri pernah bersekutu dengan Muslim. Jadi ada beberapa kesimpulan di sini.
 Pertama Yajuj dan Majuj identik Rum.

Lalu bagaimana dengan Khazar?

Rasulullah bersabda, “Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.” an-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048).
Jika Yajuj dan Majuj hanya merujuk ke bangsa Cina dan Turki bagaimana danau Thabariyah dan meminum airnya. Bukan kah danau tersebut ada di Israel?

Disni lah poin Khazar tetap tidak bisa dilupakan.

Khazar dan Turkis
Bangsa Khazar bukan hanya menyatu menjadi Yahudi Eropa dan Yahudi Israel sekarang tapi juga Turkis ( paman-paman dari Turkis = Russia,China dan Mongol)

Amin Muhammad Jamaludin didalam kitabnya “Umur Umat Islam” mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Yaftits bin Nuh. Karena Nuh mempunyai tiga orang anak, yaitu Ham, yang menjadi nenek moyang orang Habsyi (Afrika). Anak kedua bernama Sam, yang menjadi nenek moyang bangsa Arab, Persia dan Romawi. Sedangkan anak ketiga bernama Yafits yang menjadi nenek moyang bangsa Turki. 

Hubungan Khazar dan Yafits
Setelah memeluk Yudaisme, bangsa Khazar sendiri menelusuri asal-usul mereka kepada Kozar, anak dari Togarma. Togarma disebutkan dalam Kitab Suci Ibrani sebagai cucu Yafet. [islampos]

Sabtu, 27 Februari 2016

Syair Smaridasa Bersholawat

Tidak ada komentar:

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Ayo Ayo warga Smaridasa
Kita semua Bersholawat
Baik dari guru-gurunya
Sampai ke murid-muridnya

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Ayo Ayo warga Smaridasa
Kita semua Bersholawat
Kepada Junjungan kita
Al Anbiya Muhammad Rasulullah

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Ayo Ayo warga Smaridasa
Kita semua bersholawat
Agar jadi Umat Muhammad
Umat yang paling Mulia

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Ayo Ayo warga Smaridasa
Kita hadir ke Majelis
Majelis ilmu yang diberkahi
oleh Allah serta RasulNya

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Ayo Ayo ke Majelis Ilmu
Sholawatan Bareng-bareng
In Sya Allah dapat Syafaat
Bareng-bareng di akhirat nanti

Sholatullah Salamullah
Ala Thoha Rasulillah
Sholatullah Salamullah
Ala Yasin Habibillah

Disini ada Majelis Ilmu
Namanya Isra Al Mukhtar
Ada juga Majelis Sholawat
Namanya Asyiqol Musthafa

Minggu, 24 Mei 2015

Cerita Yang Membuat Rasulullah Tertawa dan Menangis

Tidak ada komentar:
Suatu ketika Rasulullah Shallahu ‘alihi wasallam berkumpul dengan para sahabatnya, beliau bertanya kepada para sahabatnya.

“Siapa diantara kalian yang dapat membuatku tertawa ?”

Kemudian berdirilah Umar bin Khattab dan menceritakan sebuah kisah hidupnya.

“Dahulu sebelum aku mengenal islam, aku pernah membuat patung berhala daari manisan, sewaktu aku lapar aku memakan berhala tersebut dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.”

Mendengar cerita tersebut, tertawalah Rasulullah. Rasulullah pun bersabda “ Dimana akal kalian waktu itu ?” Umar menjawab “ Akal kami memang jenius namun kami tersesat dalam kejahiliyahan.”

Lalu Rasulullah berkata kepada Umar “Ceritakan kepadakuhal yang  membuatku menangis ?”

Lalu Umar pun memulai ceritanya “ Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat. Tiba ditempat yang aku tuju, aku mulai menggali lubang. Setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku, maka anak perempuanku membersihkannya. Padahal dia tidak mengetahui bahwasanya lubang tersebut adalah untuk menggali anak perempuanku hidup hidup sebagai persembahan berhala. Setelah selesai, aku mengubur anakku hidup hidup di lubang tersebut.”


Mendengar cerita itu, meneteslah air mata Rasulullah, begitu juga dengan Umar. Umar menyesali perbuatan jahiliahnya dahulu sebelum masuk islam.   

Kamis, 05 Februari 2015

Tips Dari Rasulullah S.A.W. dalam Mengatasi Kemiskinan

Tidak ada komentar:

           
Suatu hari ada seorang laki laki anshar yang datang menemui Rasulullah S.A.W. meminta bantuan. Rasulullah pun bertanya “Apakah kamu mempunyai sesuatu di rumah ?”

            Lelaki Anshar menjawab “Ya ada. Yaitu pakaian kasar yang dapat mengalas ounggung unta. Sehelai kami pakai da nada yang sehelai dihamparkan. Dan juga bekas minum.”

            Rasulullah S.A.W. pun berkata “Bawa kedua-duanya kepadaku.”

            Maka lelaki Anshar itu tadi pun membawa kedua-duanya kepada Rasulullah S.A.W. lantas baginda Nabi pun berkata kepada orang ramai “Siapa yang mau membeli dua barang ini ?”

            Seorang lelaki menjawab “Aku akan membelinya dengan 1 dirham,”

            Rasulullah pun berkata dan mengulanginya 2, 3 kali “Siapa yang mau menawarkan 2 dirham ?”

            Seseorang pun menjawab “Saya mau membelinya dengan 2 dirham.”

            Rasulullah pun mengambil 2 dirham tersebut dan diberikan kepada lelaki Anshar tadi lalu berkata “Belilah makanan 1 dirham untuk keluargamu dan 1 dirham lagi digunakan untuk membeli mata kapak dan bawa kepadaku.”

            Lelaki Anshar tadi pun melaksanakan arahan Rasulullah S.A.W. dan memberikan mata kapak tersebut kepada Baginda.

            Rasulullah S.A.W. memasangkannya dengan kayu lalu berkata, “Nah pergilah mencari kayu dengan kapak ini. Aku enggan melihat engkau disini selama 15 hari.”

            Lelaki Anshar itu pun beredar, mencari kayu dan menjualnya. Selepas 15 hari lelaki Anshar itu dating kepada Rasulullah bersama 15 dirham.

            Rasulullah pun berkata “Beli makanan dan bakinya beli pakaian. Sesungguhnya ini adalah lebih baik daripada kamu dating meminta-minta karena perbuatan meminta-minta itu akan merusakkan wajah kamu pada hari Akhirat. Sesungguhnya meminta-minta itu hanya untuk yang miskin.”   

Rabu, 28 Januari 2015

Lirik Lagu Rohatil Kisah Sang Rasul

Tidak ada komentar:
Rohatil Atyaru tasydu fi layalil maulidin
Burung Burung Berkicauan teramat bahagia di malam kelahiran Baginda

Wabariqunnu riyabduu Minmaa ni ahmadi 
dan kemilau cahaya terpancarkan penuh makna-makna dari Ahmad

Filaya lilmaulidin 
yakni Baginda Nabi


Abdullah nama Ayahnya.... Aminah Ibundanya

Abdul Muthalib kakeknya..... Abu Thalib pamannya

Khadijahistri setia..... Fathimah putri tercinta

Semua bernasab mulia...... dari Quraisy ternama

Inilah kisah sang Rasul..... Yang penuh suka duka 2x

Yang Penuh Suka Duka 2x


Dua bulan di kandungan.... Wafat ayahandanya

Tahun Gajah dilahirkan.... Yatim dengan kakeknya

Sesuai adat yang ada..... Disusui Khalimah

Enam tahun Usianya...... Wafat ibu tercinta

Inilah kisah sang Rasul..... Yang penuh suka duka 2x

Yang Penuh Suka Duka 2x


Delapan tahun usianya.... Kakek meningalkannya

Abu Thalib pun menjaga..... Paman paling membela

Saat kecil menggembala...... Dagang saat remaja

Umur dua puluh lima...... Memperisteri Khadijah

Inilah kisah sang Rasul..... Yang penuh suka duka 2x

Yang Penuh Suka Duka 2x


Di umur ketiga puluh..... Mempersatukan bangsa

Saat meletakkan batu.... Hajar Aswad mulia

Genap empat puluh tahun..... Mendapatkan risalah

Dia pun menjadi rasul.... Akhir para anbiya

Inilah kisah sang Rasul..... Yang penuh suka duka 2x

Yang Penuh Suka Duka 2x



Dan jika anda ingin mendengarkan lagunya, saya sudah sediakan linknya 

Rabu, 14 Januari 2015

Kisah Uang Rp1.000,00 dan Rp100.000,00

Tidak ada komentar:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
                Pada suatu hari, uang 100rb bertemu dengan uang 1000 untuk memamerkan manfaat uang 100rb dalam kehidupan orang yang elit. Uang 100rb pun memulai dialognya dengan uang 1000.
100rb : “Hai engkau uang 1000. Kamu tau gak rasanya jadi aku tuh enak loh”
1000 : (berdiam dan menyimak)
100rb : “Aku tuh selalu dijumpai oleh orang orang elit di Negara ini. Aku tuh memang sangat dibutuhkan               Di dunia ini. Buktinya aku selalu ada di toko2 besar dan mewah”
1000 : (berdiam dan menyimak)
100rb : “Gak kayak kamu. Yang mana selalu di jumpai di rakyat miskin dan kurang mampu. Apalagi sering                 berserakan di pasar2 (sering dijumpai di pasar2 tradisional). Apalagi zaman sekarang ini kamu                     jarang ditemukan di dompet orang elit kayak aku. Palingan sering ditemukan di kantong orang2                                miskin. Kalah deh lu sama aku” (dengan nada mengejek)
1000 : (berdiam dan menyimak)
100rb : “Betul kan omonganku ?”
1000 : “Iya betul wahai saudaraku”
100rb : “haha….” (tertawa sombong)
1000 : “ Tetapi apakah kamu sering digunakan di jalan Allah S.W.T. ? Apakah kamu sering digunakan untuk                bersedekah, berinfaq, berzakat di jalan Allah S.W.T. ? Apakah kamu sering ditemukan di rumah                                Allah (Masjid) ?  Apakah kamu sering keluar dari dompet untuk berinfaq maupun bersedekah di                               jalan Allah S.W.T. ?”
100rb: (diam dan terkejut)
1000 : “Walaupun aku ini sering ditemukan di kalangan orang miskin, tetapi aku juga sering ditemukan di                 kalangan orang bersdekah. Aku sering digunakan di jalan Allah S.W.T. sehingga aku bisa membawa                 mereka ke surganya Allah S.W.T. Bagaimana dengan Engkau saudaraku ? Apakah kamu sering                    digunakan di jalan Allah S.W.T. ?”
100rb : “Tidak” (tunduk dan malu)
1000 : “Ketahuilah wahai saudaraku. Sesungguhnya engkau kebanyakan justru akan membawa banyak                                 banyak orang elit ke Neraka. Mengapa ? Karena selain dijumpai di Toko2 besar dan mewah kayak            mall dan semacamnya, engkau paling sering digunakan dalam dosa. Seperti korupsi, berzina,                               bahkan engkau juga sering ditemukan di tempat2 maksiat dan membuat banyak orang lupa diri                kepada Allah S.W.T. Lupa dengan Allah S.W.T. berarti juga lupa dengan perintahNya.”
100rb : “Engkau sungguh sangat mulia wahai saudaraku uang 1000. Engkau sering digunakan di jalan Allah.                Sedangkan aku digunakan sebagai alat untuk membawa penggunaku ke Neraka. Aku ingin seperti                 engkau wahai saudaraku. Aku iri dengan kemuliaanmu di sisi Allah S.W.T. Aku harap orang yang                                mengantongi kita di dompet ini menginfakkan kita di jalan Allah S.W.T.” (sedih)
1000 : “Amin”

                Dan ternyata orang yang mengantongi kedua uang tersebut adalah orang yang suka berderma di jalan Allah S.W.T. sehingga dia memberikan kedua uang terebut kepada pengemis dan menginfakkannya ke Masjid yang sedang dibangun. Barakallah huliwa walidayyin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Selasa, 13 Januari 2015

Kisah Nabi Muhammad S.A.W. dengan Orang Yahudi

Tidak ada komentar:
Utbah bin Abi Mu’id (kafir Quraisy) membawa sekantung kotoran unta yang telah tersimpan selama 3 hari 3 malam lalu mengangkatnya tepat di atas kepala Nabi Muhammad S.A.W. dan merobeknya sehingga mengotori kepala dan wajah Rasulullah.

Suatu ketika orang-orang kafir Quraisy menyewa orang seorang Yahudi untuk menyakiti Rasulullah. Di lorong yang biasa di lewati oleh Rasulullah untuk menuju Ka’bah, orang Yahudi itu berdiri untuk menunggu Rasulullah. Di saat Rasulullah lewat, dia memanggil Rasulullah.

Beliau pun menengok, karena beliau tidak pernah mengecewakan siapa pun untuk memanggilnya. Di saat itulah yahudi tadi meludahi wajah Rasulullah S.A.W. Rasulullah sendiri pun sedikit pun tidak ada rasa marah atau menghardik orang Yahudi tersebut. Keesokan harinya rasulullah S.A.W. berjalan di tempat yang sama. Tidak sedikitpun beliau mempunyai rasa dendam atau berusaha untuk menjauhi jalan tersebut. Sesampinya di tempat yang sama, Rasulullah pun kembali dipanggil dan diludahi seperti sebelumnya.

Demikianlah itu terus berulang selama beberapa hari hingga suatu hari rasulullah tidak mendapati orang yang meludahinya tersebut. Rasulullah pun bertanya dalam hati “kemana gerangan orang yang selalu meludahiku ?”. Setelah menanyakannya, tahulah Rasulullah bahwa orang tersebut sedang sakit. Rasul pun pulang ke rumah untuk mengambil makanan yang ada dan tidak lupa membeli buah-buahan untuk menjenguk orang yang selama ini meludahinya tersebut. Sesampai di rumah orang yahudi tersebut, Rasul pun mengetuk pintu.

Dari dalam rumah, terdengar suara lirih Yahudi yang tengah sakit mendekati pintu semari bertanya “Siapa yang datang?”
“Saya, Muhammad,” jawab Rasulullah.
“Muhammad siapa?” terdemgar suara Yahudi itu kembali bertannya.
“Muhammad Rasulullah” jawab Rasulullah.
Setelah pintu dibuka, alangkah terkejutnya si Yahudi, menyaksikan sosok yang datang  adalah orang yang selama ini disakitinya dan diludahi wajahnya.
“Untuk apa engkau datang kemari?” Tanya yahudi itu lagi.
“Aku datang untuk menjengukmu, wahai saudaraku, karena aku mendengar engkau sakit.” Jawab Rasulullah dengan suara lembut.
“Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa sejak aku sakit, belum ada seorang pun datang menjengukku, bahkan Abu Jahal skalipun, yang telah menyewaku untuk menyakitimu, padahal aku telah mengutus orang kepadanya agar ia segera datang memberikan sesuatu kepadaku. Namun engkau, yang aku sakiti selama ini dan aku ludahi berkali-kali, justriu engkau yang pertama kali datang menjengukku.” Kata Yahudi dengan nada terharu.


Keagungan akhlak Rasulullah S.A.W. telah meluluhkan hatinya. Ia pun memeluk Rasulullah dan memeluk agama islam.  

Selasa, 23 Desember 2014

Gerak 3x selain dalam sholat dapat membatalkan sholat ? Salah apa benar ?

Tidak ada komentar:
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Seperti yang kita ketahui, gerakan sholat itu ada
1. Takbiratul Ihram
2. Bersedekap
3. Ruku'
4. I'tidal
5. Sujud
6. Duduk diantara 2 sujud
7. Tasyahud awal
8. Tasyahud akhir
9. Salam
Jadi, ada banyak ya gerakan sholat itu dan ada banyak rahasia yang terkandung dalam sholat.
Tetapi, pada saat kita melaksanakan sholat, apakah kita boleh melakukan gerakan selain dari gerakan sholat ? Inilah jawabannya.

Kalau dalam hal kesengajaan seperti menambah ruku' atau rakaat dalam sholat secara sengaja, maka sholat tersebut tidak sah. Tetapi apabila kita secara tidak sengaja menambah rakaat karena lupa rakaat pada saat kita sholat, maka dia harus mengambil keputusan apakah dia yakin itu sudah rakaat terakhir atau menambah 1 rakaat lagi. Dan sebelum salam harus melakukan sujud sahwi terlebih dahulu sebelum salam.

Apabila pada saat kita sholat kita merasa gatal dan ingin menggaruknya, maka itu boleh boleh saja. Tetapi kebanyakan orang kita hanya boleh melakukan gerakan selain gerakan sholat hanya 3x. Apakah itu benar atau salah ?

Menurut saya itu salah. Karena di Al-Quran sendiri tidak ada ayat yang menjelaskan bahwasanya kita boleh nelakukan gerakan selain gerakan sholat hanya 3x.
 Jadi, menurut saya pendapat yang mengubgkapkan bahwasanya kita boleh melakukan gerakan selain sholat itu hanya 3x itu salah. Tetapi semua itu ada di tangan kalian semua, kalian boleh memilih pendapat ini atau pendapat yang lain. Terima Kasih

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Senin, 03 November 2014

Download Lagu Habsyi Mp3

Tidak ada komentar:



Ini adalah beberapa lagu habsyi yang sangat mudah untuk dikenali bahkan lagu ini sudah sering di dengar di majlis yang ada habsyinya.


Nah kali ini, saya akan memposting beberapa lagu habsyi yang sudah terkenal bahkan nadanya sering di revisi tanpa harus mengubah nada yang lama. Dalam pelajaran Seni Budaya, itu disebut Local Genius



Ini adalah lagu habsyi yag sudah terkenal :
1. Sholatum Minallah : http://adf.ly/ujAnU
2. Thola'al badru : http://adf.ly/ujAyd
3. al-i'tirof (illa hilas tulil firdaus) ; http://adf.ly/ujBA0
4. Habib Syech - Nurul Musthofa : http://adf.ly/ujBI7
5. qod kafani bi mahdika : http://adf.ly/ujBO0

Kamis, 02 Oktober 2014

Cara Berceramah Yang Baik Menurut Islam

Tidak ada komentar:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

"Sampaikanlah walaupun Hanya 1 ayat" Hadist Nabi

Alhamdulillah Wasyukrulillah saya masih berada disini untuk menuliskan tentang cara berceramah yang baik dan benar menurut Islam. Langsung saja yaa bagaimana itu cara berceramah yang benar

1. Ada judul, salam pembuka (Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh), dan kalimat pembuka (harus ada puji-puji kepada Allah swt. dan sholawat kepada Nabi Muhammad S.A.W.)
2. Isi ceramah
3. Penutup
4. Harus ada ikatan sama audience (hadirin) 

Kali ini, saya akan memberikan contoh ceramah beserta penjelasannya

Judul =                                    Pentingnya Bersholawat Kepada Nabi

Pembuka = Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

                   Assholatu Wassalamu'ala Asrafil Anbiya Wal Mursalin, sayyidina wamaulana Muhammadin waala alihi Wamantab'ahu biihsanin illa yaumuddin.
                                 Para kaum muslimin dan muslimah rahimakumullah. Saat ini, kita berkumpul di musholla yang diberkati oleh Allah swt. karena berkah dan limpahan hidayahnya. Tidak lupa, junjungan kepada nabi kita nabi Muhammad saw. (berteriak : Allahumma Sholli Alla Muhammad).

Isi = Ingatlah bahwa bersholawat kepada nabi dapat memberi kita rahmat dan syafaat di akhirat nanti asalakan kita melakukannya tanpa pamrih dan balasan. jadi, kita harus melakukan dengan ikhlas karena kita sangat mencintai baginda Nabi Muhammad saw. walaupun kita harus memimpin bersholawat di depan banyak orang. Allah swt. dan malaikatnya saja selalu bersholawat kepada Rasulullah saw.. kenapa kita jarang sekali bersholawat kepada nabi Muhammad S.A.W. ? Apakahkarena kesibukan kita ?Allah swt. dan malaikatnya saja masih sering bersholawat kepada Rasulullah saw. padahal Allah swt. dan malaikatnya lebih sibuk daripada kita. Pada pertengahan khutbah, kita sering mendengar kata-kata sebagai berikut :
"Innallaha wamala ikatahu yushallu na'alannabiy....."
Yang artinya : Sesungguhnya allah dan malaikat selalu bersholawat kepada Nabi.....
Coba kalian bayangkan bahwa Allah swt. dan malaikat selalu bersholawat kepada Rasulullah saw. bagaimana dengan kita yang terkadang bersholawat kepada Nabi (termasuk saya sendiri) dan itupun disuruh ? Dan sekali lagi bahwasanya sholawat kepada nabi dapat memberi kita syafaat di akhirat nanti. Apakah kalian mau mendapatkan syafaat rasul di akhirat nanti ? Jika kita melihat beberapa majelis yang ada di sekitar kita, mereka selalu bersholawat kepada Nabi karena mereka ingin mendapatkan syafaat rasul. Bahkan para Wali songo dahulu sebeleum tidur mereka selalu bersholawat sampai 1000x. Subhanallah. Jika kita berkumpul bersholawat keda Nabi Muhammad saw., kita adalah termasuk orang yang mulia. Kenapa kita termasuk orang yang mulia. Karena disitulah para malaikat akan datang dan meintakan ampun orang yang hadir pada acara tersebut kepada Allah swt. Mau gak dimintakan ampun kepada Allah swt. melalui malaikat Allah swt. ?

Penutup = Sebelum kita berpisah, marilah kita bersama sama bersholawat kepada Nabi Muhammad saw. Mari kita mulai

Shollatullah Salamullah Ala Thoha Rasulillah
Shollatullah Salamullah Ala Yasin habiibiblah
Illa ihsan limmi ummat(h) Minal Afwa Tiwanniqmat
Wa min hami wa min gummat(h) bi ahlil badri ya Allah

*teks tersenut boleh diikutkan boleh tidak

Sekian dari ceramah saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Jika ada keslahan, itu berasal dari saya sendiri, dan kesempurnaan itu hanyalah milik Allah swt.
Terima kasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Senin, 29 September 2014

Gaza; Benteng terakhir Palestina

Tidak ada komentar:
Ramadhan 1435 H telah berakhir, harapan tambahan selain agar Allah swt menerima amal ibadah ini, adalah semoga serangan brutal Zionis Israel ke Gaza yang telah dimulai pada awal bulan suci tersebut juga usai sudah.  Namun nyatanya hingga hari ini, memasuki minggu akhir bulan Syawal, keganasan pasukan penjajah tersebut masih juga terjadi.

Ntah berapa kali sudah genjatan senjata yang diprakasai Mesir diberlakukan, tanpa hasil memuaskan. Tuntutan utama HAMAS agar blokade yang telah berlangsung sejak tahun 2006 dibuka diabaikan begitu saja oleh Israel. Ini yang menyebabkan HAMAS nekad untuk meneruskan perlawanannya meski mereka telah habis-habisan.

Bayangkan, lebih dari 2000 nyawa telah melayang, 400 an diantaranya anak2, lebih dari 10 ribu  terluka,  ratusan ribu warga Gaza terpaksa mengungsi, ribuan rumah, ratusan bangunan seperti sekolah, masjid, pasar hancur, bahkan rumah sakit dan pembangkit listrikpun tak luput dari amukan tentara penjajah Israel. Tidakkah pengorbanan ini sudah lebih dari cukup untuk sekedar membebaskan mereka dari blokade yang menyengsarakan rakyat selama bertahun-tahun ??  

Tak heran jika kemudian roket-roket HAMASpun melayang hingga ke pusat kota Telaviv meski tidak sampai mencederai seorangpun karena Israel telah mengantisipasinya dengan Iron Dome. Iron Dome adalah sistim penangkal roket yang dbiayai pemerintah AS sebagai sekutu terdekat Israel terlaknat.

“Israel tidak akan aman selama rakyat Palestina juga dibuat tidak aman”, demikian pernyataan salah seorang pejabat Hamas, memperingatkan.

Namun tanpa rasa bersalah sedikitpun Israel membalas kekecewaan rakyat Gaza itu dengan kembali memborbardir kota yang sudah luluh lantak itu.  Hanya dalam waktu 2 hari berturut-turut paska genjatan senjata terakhir mereka telah menewaskan 30 orang lagi termasuk seorang bayi dan 7 anak serta 120 orang terluka. Dengan pongah Netanyahu, perdana mentri negara Zionis itu menyatakan bahwa ia akan melanjutkan gempuran terhadap Gaza (HAMAS) bahkan bila harus bertahun-tahun. Dan yang juga menyedihkan Amerika Serikat, si polisi dunia itu, juga menyalahkan HAMAS.

Tetapi yang paling menyedihkan, tak ada satupun negara Islam ( Timur Tengah) yang secara nyata mau membantu HAMAS ( Palestina). Persaudaraan dan ikatan sesama Muslim yang merupakan kekuatan Islam tampak jelas telah hilang menguap ntah kemana.

“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian,sehingga dia mencintai saudaranya(sesama islam) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri “ (HR. Bukhari).

“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur “(HR. Bukhari).

Nasib umat Islam saat ini memang benar-benar berada di titik terendah. Apapun yg dilakukan umat Islam selalu salah. Islam telah menjadi bulan-bulanan kaum kafir. Nyata benar bahwa Islam telah kehilangan giginya. Sejak jatuhnya kekhalifahan Turki Ottoman ditahun 1924 hingga saat ini, tak ada satupun negara Islam yang mempunyai pengaruh dan didengar dunia internasional. Parahnya lagi, malah label teroris yang kuat melekat di tubuh Islam !

Ini semua sebenarnya tidak lepas dari adanya  Ghawzl Fikri ( perang pemikiran) yang digarap Barat secara rapi.

(Baca : http://vienmuhadi.com/2009/03/06/perang-pemikiran-al-ghazwl-fikri/,

http://www.voa-islam.com/read/liberalism/2014/02/19/29151/ghazwul-fikrstrategi-musuh-islam-menghancurkan-kaum-muslimin-dari-akarnya/#sthash.L3ov3LYy.dpbs ).

Dengan berbagai cara umat Islam di pecah belah dan di adu domba. Generasi muda dibuat tidak percaya diri akan keislamannya, mereka diming-imingi hiruk pikuk dan gegap gempitanya nikmat duniawi. Demokrasi, HAM dan toleransi sengaja diangkat dan dibesar-besarkan untuk memojokkan persatuan dan persaudaraan Islam. Nilai-nilai Islam yang luhur seperti jihad dalam perang, jilbab dan juga ciri-ciri Islam lain seperti jenggot sebagai sunnah nabi dll diangkat sedemikian rupa agar umat Islam menjadi alergi dan rela meninggalkannya.

Lalu lahirlah pemikiran-pemikiran nyleneh  Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme.   lronisnya, pengikut faham ini justru sebagian kaum intelektual  Muslim ! Meski sejatinya tujuannya demi  menghlangkan cap teroris yang sengaja diciptakan musuh-musuh Islam.

Pernyataan mantan presiden AS George W Bush “Either you are with us or you with the terrorists” tak lama setelah tragedi 911 memperjelas sikap permusuhan Barat terhadap Islam. Ketakutan Barat terhadap Islampun ( Islamophobia) semakin menjadi-jadi.

Perang psikologi ( psywar) yang dilontarkan Barat ini nyata-nyata jauh lebih effektif dari pada perang fisik yang terbukti memakan biaya dan pengorbanan yang sangat mahal. Apalagi mereka tahu persis bahwa  para mujahid yang gagah berani melawan kekuasaan mereka tak pernah mengenal rasa takut, karena keyakinan syahid, masuk surga, adalah balasannya.

Inilah yang kemudian mereka manfaatkan.  Al-qaeda yang dicurigai merupakan bentukan AS, disusul ISIS ( Islamic State Irak Syria) yang baru saja lahir  ini disiapkan untuk menampung semangat jihad pemuda Islam yang sedang menggebu-gebu. Untuk diketahui,  ISIS adalah organisasi yang muncul secara tiba-tiba, dengan kekuatan besar dan persenjataan lengkap.

( Baca :  http://indocropcircles.wordpress.com/2011/12/04/al-qaeda-organisasi-ciptaan-amerika/

http://www.lensaindonesia.com/2014/08/04/isis-ternyata-bentukan-amerika-serikat-israel-dan-inggris.html ).

ISIS yang lahir di Suriah, awalnya muncul memihak dan membantu umat Islam Sunni yang dibantai Syiah pimpinan presiden Bashar Assad. Sepintas memang terlihat heroik. Betapa tidak, 3 tahun sudah Sunni Irak dibantai habis-habisan tanpa satupun pihak yang mau membantu. Tercatat 170 ribu orang tewas termasuk anak-anak dan 2 juta lebih penduduknya terpaksa meninggalkan tanah air mereka tercinta, menjalani hidup sebagai pengungsi di negara-negara tetangga mereka.

Maka tak heran jika kedatangan tentara ISIS yang menggunakan bendera bertuliskan “La illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah” dalam huruf hijaiyah ini ( meski dengan susunan yang agak ganjil) langsung menarik banyak simpati dan pengikut. Apalagi kita tentu tahu bahwa di akhir zaman nanti fenomena seperti ini memang akan datang. Imam Mahdi, sang khalifah Islam yang gagah berani namun santun sebagaimana sifat Rasulullah Muhammad saw akan datang menyelamatkan dan mengharumkan nama Islam yang sedang hancur.

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi),  maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah  Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Namun benarkah Abu Bakar Bagdady, sang pemimpin ISIS yang mengklaim negaranya sebagai kekhalifahan Islam itu mencerminkan dirinya seperti Rasulullah saw? Yang bahkan ketika berperangpun berlaku santun, menghormati kaum perempuan, anak bahkan lingkungan alam sekitar kaum yang diperanginya??

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435).

( Baca tentang ciri-ciri Imam Mahdi :  http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/tanda-tanda-kemunculan-imam-mahdi.htm#.U_tOO8WSxe4 )

Nyatanya, ISIS yang semula memerangi Syiah dan membantu Sunni, belakangan ternyata juga membunuhi Sunni, disamping membunuh, mengusir dan menakuti-nakuti tidak saja orang-orang yang berlainan agama namun juga kaum perempuannya dan anak-anak mereka.       

Hal lain, bila memang ISIS adalah kekhalifahan sebagaimana yang diprediksi Rasulullah ribuan tahun lalu, mengapa ia tidak tergerak untuk membantu rakyat Palestina yang tertindas? Gaza yang saat ini porak poranda karena serangan brutal Zionis Israel yang sejatinya adalah pasukan Dajjal, musuh utama Imam Mahdi??  

Maka tak heran bila akhirnya negara-negara Islam menyatakan bahwa ISIS adalah sesat, termasuk MUI. Bahkan Imam besar Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh dengan tegas mengatakan bahwa organisasi tersebut adalah Khawarij. Yaitu orang-orang yang berlebihan dalam mengartikan ayat-ayat suci Al-Quran sebagaimana musuh Islam di zaman Rasulullah dan para sahabat.

Patut kita cermati, PM Israel Netanyahu, beberapa hari  yang lalu, dbawah kawalan ketat tentaranya, untuk yg kesekian kalinya berkunjung ke Masjidil Aqsho. Dan untuk mengantisipasi kunjungan orang no  1 negri Zionis ini kaum Muslimin yg berumur diantara 18-50 tahun dilarang memasuki kawasan ini. Hal yang sebenarnya sudah berlaku sejak beberapa tahun lamanya. Menjadi pertanyaan besar, apa sebenarnya maksud kedatangannya ini ???

Hal lain yang mungkin lolos dari pengamatan dunia internasional. Selama gempuran dasyat Zionis ke Gaza yang sudah berlangsung lebih dari sebulan dengan meninggalkan kerusakan dasyat , tidak terdengar sama sekali adanya reaksi dari saudara/i seiman di Tepi Barat. Sesuatu yang agak mengherankan. Betulkah mereka memang tidak peduli akan penderitaan saudara/i mereka itu? Apa yg sebenarnya terjadi ??

Belakangan beredar berita, ternyata pasukan Zionis menangkapi para pemuda yang bahkan cuma demo menentang   agresi tersebut. Untuk diketahui Tepi Barat ( dan juga jalur Gaza)  sejak beberapa tahun ini memang tidak berdaya menghadapi penjajah sadis tersebut. Tembok besar layaknya tembok aperteid sepanjang 760 km telah dibangun, memisahkan dan mengucilkan warga Arab dari warga asli Yahudi.  Membuat orang-orang Arab- Palestina bak tinggal di ghetto-ghetto yang dulu dibangun Nazi untuk orang Yahudi di Eropa.   

(Baca:

http://www.republika.co.id/berita/koran/teraju/14/08/22/naoz8844-760-km-tembok-apartheidisrael

http://mthalhah.blogspot.com/2010/12/tembok-apartheid-zionis-israel.html )

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/131551-tembok_di_yerusalem_perkuat_kisah_di_alkitab).

Dari sini dapat disimpulkan,  rentetan kejadian memilukan yang terjadi di dunia Islam saat ini  sebenarnya adalah pengalihan perhatian Zionis Israel dalam membangun kuil kuno Yahudi yang mereka klaim ada dibawah kompleks Haram As-Syarif, yaitu Masjidil Aqsho dan Masjid As-Saqroh, masjid suci ke 3 kaum Muslimin. Di dalam kuil Yahudi itulah mereka akan menyambut kedatangan pemimpin besar mereka, yaitu Dajjal, si mata satu, yang gambarnya sejak lama telah menghiasi lembaran 1 US dollar.      

Jadi jelas sudah gempuran brutal Zionis Israel ke Gaza dan tekanan Barat ke Palestina serta negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, sejatinya adalah juga pertempuran antar agama, bukan sekedar politik demi kekuasaan dan kekayaan (  minyak dll) sebagaimana yang sering diklaim merelka yang tidak ingin melihatnya sebagai perang agama/ideologi. Ini adalah fenomena akhir zaman yang tidak mungkin kita hindari. Pertarungan antara kebathilan/kezaliman melawan kebaikan/keadilan sesuai fitrah manusia.

Islam adalah rahmatan lilalamiin, rahmat bagi semesta alam. Adalah tugas manusia yang beriman kepada Tuhannya,  Allah swt  untuk menjaga kelestarian alam ciptaan-Nya, menjaga keadilan dan ketenangan hidup sesama demi ketaatan dan syukur kepada Sang Pencipta.

“ Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al-Baqarah(2):257).

Satu hal penting yang patut menjadi catatan, alangkah meruginya seorang Muslim yang tidak mau mempercayai hadist sementara sebagian ahli kitab mempercayai bahkan mempelajari nubuwah tersebut meski dengan tujuan untuk menghancurkan Islam itu sendiri. Ini terlihat dari cara mereka memandang fenomena akhir zaman yang ternyata tidak jauh berbeda dengan ajaran mereka.  

Dari Thauban r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Diterangkan bahwa penyebabnya adalah Wahn yaitu penyakit cinta dunia yang berlebihan, hingga lupa akan kehidupan akhirat.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Agustus 2014.

Vien AM.

Note: Mesir mengumumkan berlakunya genjatan senjata permanen mulai Selasa, 26/8/2014, pukul 19.00 waktu Gaza. Dikabarkan HAMAS bersedia ,menerima tawaran tersebut karena Israel bersedia membuka blokade 8 tahun Gaza, meski pada tahun 2012 tawaran tersebut juga pernah terjadi.


Ironisnya, esok harinya, Rabu, 27/8, tentara Israel kembali menangkapi, menculik dan memenjarakan penduduk sejumlah kota di Tepi Barat yang ikut bergembira bersama warga Gaza merayakan kemenangan tersebut.

Jadi, setelah kalian membaca artikel diatas, apa dampak yang kalian rasakan ? Bagaimana cara kita sekarang mempertahankan Islam dengan cara kita ? Semoga kita selalu dilindungi dan diberkahi oleh Allah swt.

Selasa, 02 September 2014

Arti Jihad Yang Sesungguhnya

Tidak ada komentar:
‘Dan tentang orang-orang yang berjuang untuk bertemu dengan Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebajikan.’ (S.29 Al-Ankabut:69)

Kata bahasa Arab yaitu Jihad yang dikemukakan dalam ayat Al-Quran ini diterjemahkan sebagai ‘berjuang.’ Kata Jihad itu memang secara relatif pendek sekali tetapi implikasinya luar biasa dalam masyarakat Islam secara keseluruhan dan dalam kehidupan pribadi seorang Muslim. Jihad sebagaimana diperintahkan dalam Islam bukanlah tentang membunuh atau dibunuh tetapi tentang bagaimana berjuang keras memperoleh keridhaan Ilahi. Baik individual mau pun secara kolektif, Jihad merupakan suatu hal yang esensial bagi kemajuan ruhani.

Kata Jihad itu sama sekali tidak mengandung arti bahwa kita selalu dalam keadaan siap untuk berkelahi atau melakukan perang. Hal itu sama sekali jauh dari kebenaran dan realitas. Arti kata Islam sendiri berarti kedamaian dan semua usaha dan upaya kita sewajarnya diarahkan kepada penciptaan kedamaian serta harmoni di antara sesama kita, dalam komunitas dan dalam masyarakat secara keseluruhan.

Dalam kamus, kata Jihad diartikan sebagai berjuang tetapi juga sebagai ‘perang suci.’ Dalam kamus bahasa Inggris (Oxford Reference Dictionary) malah Jihad diartikan sebagai ‘perang untuk melindungi Islam dari ancaman eksternal atau untuk siar agama di antara kaum kafir.’ Kata suci dan perang sebenarnya tidak sinonim satu sama lain, bahkan saling bertentangan karena tidak ada yang suci pada dampak dan kengerian peperangan. Sangat menyedihkan bahwa kata ‘Jihad’ ini di masa kini sudah demikian disalah-artikan oleh bangsa-bangsa Barat, khususnya dalam media mereka. Sepintas, kesalah-pahaman demikian bisa dimengerti karena dalam milenium terakhir ini ada beberapa kelompok Muslim ekstrim dimana pimpinan mereka menterjemahkan ‘Jihad’ sebagai Perang Suci. Mereka mengenakan kata Jihad itu pada segala perang yang mereka lakukan, apakah untuk tujuan politis, ekonomi atau pun motivasi ekspansi. Akibat dari kesalahan istilah demikian, agama Islam secara keliru telah dituduh mendapatkan pengikutnya melalui cara pemaksaan dan laku kekerasan.

Kata Jihad itu sendiri dalam Al-Quran digunakan dalam dua pengertian: – Jihad fi Sabilillah – berjuang keras di jalan Allah, – Jihad fi Allah – berjuang keras demi Allah. Arti kata yang pertama menyangkut perang mempertahankan diri dari musuh kebenaran ketika mereka berusaha memusnahkan agama ini, sedangkan pengertian kata yang kedua adalah berusaha atau berjuang keras guna memenangkan keridhoan dan kedekatan kepada Allah s.w.t.. Kata yang kedua itu lebih mengandung signifikasi keruhanian yang lebih tinggi dibanding kata yang pertama.

Jihad ada tiga jenis:
Berjuang melawan sifat dasar yang buruk dalam diri sendiri yaitu melawan nafsu dan kecenderungan kepada kejahatan.
Berjuang melalui karya tulis, bicara dan membelanjakan harta guna penyiaran kebenaran Islam serta mengungkapkan keindahannya kepada non-Muslim.
Berjuang melawan musuh kebenaran, termasuk di dalamnya perang membela diri.

Rasulullah s.a.w. mengistilahkan kedua Jihad yang pertama sebagai Jihad Akbar sedangkan yang ketiga sebagai Jihad Ashgar (Jihad yang lebih kecil). Suatu ketika saat kembali dari suatu peperangan, beliau menyatakan:

‘Kalian telah kembali dari Jihad yang kecil (berperang melawan musuh Islam) untuk melakukan Jihad yang lebih besar (berperang melawan nafsu rendah). (Khatib)

Jihad Ashgar

Kami akan menjelaskan terlebih dahulu Jihad yang kecil yaitu Jihad Ashgar sebelum mengulas Jihad Akbar. Usia  Muhammad Rasulullah s.a.w. adalah empat puluh tahun saat datang panggilan Ilahi. Wahyu dan perintah pertama yang diterima beliau sebagai bagian dari Al-Quran adalah:

‘Bacalah dengan nama Tuhan engkau yang telah menciptakan; menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah ! Dia Tuhan engkau adalah Maha Mulia; yang mengajar dengan pena; mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.’ (S.96 Al-Alaq:1-5)

Perintah pertama Allah s.w.t. ini jelas sekali menyuruh beliau untuk menyebarkan ajaran Islam, baik secara lisan mau pun tulisan dan bukan dengan kekerasan, bukan dengan pedang atau pun tindakan agresif apa pun. Kata yang pertama saja sudah menyatakan untuk menyampaikan pesan, memaklumatkan ke seluruh dunia akan wahyu dan ajaran Allah s.w.t. melalui keluhuran Al-Quran.

Tak lama kemudian  Rasulullah s.a.w. diperintahkan untuk menyatakan secara terbuka dan merata segala apa yang diwahyukan kepada beliau. Upaya beliau menyampaikan pesan Ilahi ini kepada masyarakat sekeliling beliau di Mekah ternyata hanya membuahkan cemooh dan memancing kekerasan. Pada awalnya hanya ada empat orang yang beriman kepadanya dan ketika hal ini didengar penduduk Mekah, mereka lantas saja menertawakan dan mencemooh. Dengan bertambah banyaknya ayat Al-Quran yang diwahyukan, tambah banyak pula orang-orang yang tertarik dan mengikuti pesan baru itu, terutama para pemuda, yang lemah dan yang tertindas dalam masyarakat Mekah. Apalagi wanita, dimana mereka tertarik kepada agama baru ini karena agama tersebut memberikan harga diri dan kehormatan kepada mereka di tengah bapak, suami dan putra-putra mereka, suatu hal yang belum pernah mereka nikmati sebelumnya mengingat mereka terkadang diperlakukan lebih buruk dari hewan.

Keberhasilan Rasulullah s.a.w. ini berimbas buruk terhadap diri beliau dan para pengikut awal. Penduduk Mekah melancarkan laku aniaya yang tambah lama tambah kejam dan buas dengan berjalannya waktu. Mereka menjadi ketakutan bahwa agama baru itu akan mengakar kuat dan agama serta budaya mereka sendiri menjadi hancur karenanya. Karena rasa takut itulah maka penduduk Mekah yang kafir itu lalu menghunus pedang dan berpesta menjagal para hamba Allah yang setia dan benar. Jalan-jalan di kota Mekah menjadi merah oleh darah umat Muslim, namun mereka ini tetap saja tidak membalas. Kerendahan hati dan sikap istiqomah mereka malah mendorong para penganiaya tersebut untuk bertindak lebih kejam lagi dimana mereka memperlakukan umat Muslim dengan cara aniaya dan pelecutan yang ekstrim. Banyak orang tua yang harus menyaksikan anaknya dibantai di depan mata mereka sendiri dan beberapa orang tua disalib di depan mata anak-anaknya.

Apa yang menjadikan orang-orang itu beriman kepada Rasulullah s.a.w., seorang laki-laki yang pada waktu itu tidak memiliki kekuasaan atau pun kekayaan, beliau jelas tidak ada menghunus pedang guna memaksa pengikutnya untuk beriman kepadanya dan pesan yang dibawanya. Satu-satunya ‘pedang’ yang digunakan  Rasulullah s.a.w. hanyalah Al-Quran, sebuah pedang ruhani, pedang kebenaran, yang secara alamiah telah menarik hati mereka yang tidak percaya, tanpa suatu agresi dalam bentuk apa pun. Demikian itulah keindahan, keagungan dan daya tarik Islam serta diri Muhammad yang menyiratkan kebaikan dan kasih sehingga mereka ini bersedia menyerahkan nyawa untuk itu. Adalah orang-orang non-Muslim, terutama penduduk Mekah, yang telah mengangkat pedang fisik mereka untuk menyerang umat Muslim guna memaksa mereka kembali kepada ajaran dan agama lama mereka.

Setelah Rasulullah s.a.w. hijrah ke Medinah, kekejaman bangsa kafir Quraish malah tambah melampaui batas. Mereka lantas membunuhi para pengikut lemah yang masih tertinggal di Mekah, termasuk wanita dan anak-anak yatim. Meski Rasulullah s.a.w. beserta banyak dari para sahabat telah hijrah ke Medinah, tetap saja mereka tidak dibiarkan hidup damai. Tetap saja mereka ini diganggu terus di tempat yang baru itu. Pada saat itu agama Islam yang baru muncul itu ditingkar musuh di segala penjuru dan terancam kepunahan. Berkenaan dengan keadaan seperti itulah maka perintah pertama tentang Jihad kecil lalu diwahyukan kepada Rasulullah s.a.w.:

‘Telah diperkenankan untuk mengangkat senjata bagi mereka yang telah diperangi, disebabkan mereka telah diperlakukan dengan aniaya dan sesungguhnya Allah berkuasa menolong mereka.’ (S.22 Al-Hajj:39)

Para ulama sependapat bahwa ini adalah ayat pertama yang memberi izin kepada umat Muslim untuk mengangkat senjata guna melindungi diri mereka. Ayat ini meletakkan dasar-dasar yang menjadi pedoman bagi umat Muslim dalam melakukan perang defensif. Jelas dikemukakan disitu alasan yang telah mendorong segelintir umat Muslim tidak bersenjata dan sarana lainnya untuk berperang mempertahankan diri setelah menderita dengan sabar sekian lamanya. Mereka menderita aniaya terus menerus selama bertahun-tahun di Mekah dan masih terus diburu kebencian meski telah hijrah ke Medinah. Alasan utama umat Muslim mengangkat senjata adalah karena mereka telah diperlakukan dengan aniaya. Mereka telah menderita tak terbilang lagi aniaya musuh dan perang telah dipaksakan terhadap mereka.

Ayat Al-Quran berikutnya menegaskan inferensi tersebut dimana dinyatakan bahwa izin untuk berperang diberikan karena umat Muslim telah diusir dari rumah mereka:

‘Orang-orang yang telah diusir dari rumah-rumah mereka tanpa hak, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.”  Dan sekiranya tidak ada tangkisan Allah terhadap sebagian manusia oleh sebagian yang lain, maka akan hancurlah biara-biara serta gereja-gereja Nasrani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta masjid-masjid yang banyak disebut nama Allah di dalamnya. Dan pasti Allah akan menolong siapa yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa.’ (S.22 Al-Hajj:40)

Secara spesifik Al-Quran menegaskan bahwa bentuk Jihad ini adalah berperang melawan mereka yang telah menyerang Islam terlebih dahulu, dimana ayat-ayat Al-Quran lainnya juga menguatkan hal ini. Umat Muslim hanya boleh mengangkat senjata untuk membela diri terhadap mereka yang telah terlebih dahulu menyerang dan hanya jika umat Muslim memang tertindas dan teraniaya. Hal inilah yang menjadi sukma dan esensi daripada Jihad Islamiah yang sekarang ini banyak disalah-artikan. Jelas tidak benar sama sekali jika dikatakan bahwa Rasulullah s.a.w. hanya memberikan pilihan kepada umat untuk bai’at atau mati, Islam atau pedang.

Jihad dengan pedang yang terpaksa dilakukan Rasulullah s.a.w. serta umat Muslim awal karena tekanan keadaan yang khusus, adalah suatu phasa yang bersifat selintas dalam penegakan fondasi Islam. Mereka yang berusaha menghancurkan Islam dengan pedang, akhirnya punah karena pedang juga. Kecuali ada suatu bangsa atau negara yang memaklumkan perang terhadap umat Muslim dengan tujuan memupus Islam dari muka bumi, tidak ada perang atau pertempuran yang dilakukan umat Muslim yang bisa disebut sebagai Jihad. Tujuan dari umat Muslim dalam mengangkat senjata tidak pernah untuk mengkaliskan siapa pun dari rumah atau harta benda atau pun kemerdekaan mereka. Jihad perang hanya dibenarkan untuk membela diri guna menyelamatkan Islam dari suatu kehancuran, menegakkan kemerdekaan berpendapat disamping juga untuk membantu mempertahankan tempat-tempat ibadah umat agama lain dari kerusakan atau penghinaan. Singkat kata, tujuan utama dari perang yang dilakukan umat Muslim adalah guna menegakkan kebebasan beragama dan beribadah, membela kehormatan diri dan kemerdekaan terhadap serangan tidak beralasan, dan itu pun kalau ada alasan bahwa hal tersebut akan terjadi lagi.

Umat Muslim di masa awal tidak memiliki pilihan lain kecuali berperang karena mereka terpaksa harus melakukannya. Perang yang bersifat agresif sejak dulu mau pun kini tetap dilarang oleh Islam. Kekuatan politis negeri-negeri Muslim tidak boleh digunakan untuk ambisi atau pengagulan pribadi, tetapi hanya untuk perbaikan kondisi rakyat yang miskin serta demi pengembangan perdamaian dan kemajuan. Contoh akbar mengenai hal ini ada pada saat Rasulullah s.a.w. beserta para pengikut beliau kembali ke Mekah dengan kemenangan. Beliau berbicara kepada penduduk Mekah, menyampaikan:

‘Kalian telah melihat betapa sempurnanya janji Allah. Sekarang beritahukan kepadaku hukuman apa yang pantas dikenakan kepada kalian atas segala kekejaman dan kebengisan kalian terhadap mereka yang kesalahannya hanyalah karena mereka telah mengajak kalian untuk menyembah Tuhan yang Maha Esa? Mendengar itu penduduk Mekah menjawab: “Kami ingin engkau memperlakukan kami seperti Yusuf memperlakukan saudara-saudaranya yang bersalah.” Mendengar permohonan tersebut, Rasulullah s.a.w. langsung menjawab “Demi Allah, kalian tidak akan dihukum sekarang ini dan tidak juga dimurkai.” (Hisham)

Al-Quran menyatakan:

‘Dan, perangilah mereka itu, sehingga tak ada lagi fitnah dan supaya agama menjadi seutuhnya bagi Allah. Tetapi, jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah swt. Maha Melihat apa-apa yang mereka kerjakan.’ (S.8 Al-Anfal:39)

Ayat di atas menjelaskan kalau perang hanya boleh dilanjutkan sepanjang masih ada laku aniaya dan manusia belum bebas menganut agama yang mereka sukai. Jika musuh-musuh Islam menghentikan perang maka umat Muslim juga harus berhenti pula.

Bangsa yang paling pantas mendapat hukuman sesungguhnya penduduk Mekah itulah. Kalau Islam memang disiarkan melalui tekanan senjata, maka kejadian kemenangan umat Rasulullah s.a.w. atas Mekah merupakan saat paling tepat guna mengayunkan pedang untuk pembalasan dan penaklukan agar orang-orang masuk ke dalam Islam. Tetapi nyatanya tidak demikian, penduduk Mekah tunduk bukan karena pedang tetapi karena kasih sayang. Kasih kepada diri Rasulullah s.a.w. dan kecintaan pada ajaran Al-Quran yang mencerahkan kalbu.

Al-Quran menyatakan:

‘Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan. . .’ (S.2 Al-Baqarah:256)

Ayat di atas mengingatkan umat Muslim secara jelas dan gamblang untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menarik non-Muslim ke dalam agama Islam. Dijelaskan juga alasannya mengapa kekerasan itu tidak perlu digunakan yaitu karena jalan yang benar telah nyata bedanya dari jalan kesesatan sehingga tidak ada pembenaran untuk menggunakan kekerasan. Rasulullah s.a.w. secara tegas diingatkan Allah s.w.t. agar tidak menggunakan kekerasan dalam upaya memperbaiki masyarakat. Status beliau ditegaskan dalam ayat Al-Quran:

‘Maka nasihatilah, sesungguhnya engkau hanya seorang pemberi nasihat. Engkau bukan penjaga atas mereka.’ (S.88 Al-Ghasyiyah:21-22)

Ajaibnya ayat di atas itu diwahyukan di Mekah di masa awal himbauan Rasulullah s.a.w. dimana beliau telah diisyaratkan akan memperoleh kekuasaan besar tetapi jangan menggunakannya untuk memaksakan kehendak diri beliau atas orang lain. Pada intinya Rasulullah s.a.w. tidak pernah menarik orang ke dalam agama Islam dengan kekuatan pedang tetapi melalui laku takwa, kasih dan pengabdian beliau kepada Allah s.w.t. yang telah menaklukkan hati para musuh sedemikian rupa sehingga mereka yang tadinya berniat membunuhnya malah kemudian tunduk di kaki beliau dan mempertahankan beliau dari serangan para musuh.
Pada saat haji perpisahan, Rasulullah s.a.w. dalam penutupan Khutbah Perpisahan beliau menyatakan:

‘Seperti halnya bulan ini suci, tanah ini tanah suci dan hari ini hari suci, demikian pula halnya Tuhan telah menjadikan jiwa, harta benda dan kehormatan tiap-tiap orang juga suci. Merampas jiwa seseorang atau harta bendanya atau menyerang kehormatannya adalah tidak adil dan salah, sama halnya seperti menodai kesucian hari ini, bulan ini dan daerah ini. Apa yang kuperintahkan pada hari ini dan di daerah ini berarti bukan hanya untuk hari ini. Perintah-perintah ini adalah untuk sepanjang masa. Kalian diharapkan mengingat dan bertindak sesuai dengannya sampai kalian meninggalkan alam dunia ini dan berangkat ke alam nanti untuk menghadap Khalik-mu.’

Sebagai penutup beliau bersabda:

‘Apa-apa yang telah kukatakan kepada kalian, sampaikanlah ke pelosok-pelosok dunia. Mudah-mudahan mereka yang tidak mendengarku sekarang akan mendapatkan faedah lebih daripada mereka yang telah mendengarnya.’ (Sihah Sitta, Tabari, Hisyam dan Khamis)

Kepedulian Rasulullah s.a.w. yang sangat atas kesejahteraan umat manusia dan penciptaan kedamaian di seluruh dunia sungguh tidak ada batasnya. Adalah suatu tragedi bahwa dalam masa sekitar seribu tahun terakhir ini para pemuka dan negeri Muslim, sebagian besar telah mengabaikan hakikat ajaran Al-Quran dan Rasulullah s.a.w. semata-mata hanya untuk pemuasan keserakahan dan nafsu kekuasaan atau mencari kekayaan. Mereka berperang satu sama lain untuk memperebutkan kekayaan duniawi dan melalui laku lajak mereka telah menganiaya orang-orang yang tidak berdosa. Secara culas mereka telah mengkhianati bangsanya sendiri dan sesama negeri Muslim hanya untuk mendapatkan kekayaan moneter dan kekuasaan dari musuh-musuh Islam. Sebagian besar dari pemuka ruhani dan duniawi telah menyesatkan bangsanya sendiri dan membawa kebusukan dalam tubuh, fikiran dan jiwa masyarakat. Pada masa kini, beberapa anak muda Muslim secara konyol telah ‘dicuci otaknya’ sehingga menganggap laku barbar, teror, bunuh diri dan pembunuhan yang mereka lakukan akan menjadikan mereka mendapat derajat syuhada. Sesungguhnya mereka ini telah membawa kebusukan ke ambang pintu agama yang katanya mereka cintai. Nama Islam sekarang tidak lagi bernuansa kedamaian melainkan disinonimkan dengan laku teror.

Sebagian besar negara-negara di dunia pernah melancarkan perang politis tetapi kelihatannya hanya negeri-negeri Muslim yang melaksanakan perang Jihad dimana mereka telah membantai satu sama lainnya. Berkaitan dengan itu perlu kiranya disinggung juga kejadian di New York (peristiwa 11 September) dan apa yang terjadi di Afghanistan dan Timur Tengah dimana ‘Jihad Islam’ telah dilancarkan membabi-buta oleh organisasi-organisasi Muslim ekstrim terhadap bangsa-bangsa non-Muslim.

Rasulullah s.a.w. ada mengingatkan bahwa umat Muslim di akhir zaman, terutama para pemuka mereka, akan jauh sekali dari hakikat Islam dan bahkan sebagian dari mereka akan menjadi seburuk-buruknya mahluk. Para pemuka ini akan menyesatkan para muda-mudi Muslim yang sebenarnya memiliki intelegensi cukup. Para pemuka ini mendidik dan mengindoktrinasi mereka bahwa jika mereka menyerahkan nyawa dalam apa yang mereka katakan sebagai jalan Islam, maka mereka ini akan langsung masuk surga sebagai suhada. Betapa bohongnya mereka itu dan betapa menipunya. Mestinya umat Islam bertanya kepada para pemuka itu “Atas kewenangan siapa kalian ini membuat pernyataan seperti itu?” Wahai muda-mudi Muslim yang diperintahkan melakukan tindakan mengerikan demikian, kalau seperti kata mereka itu bahwa kalian akan jadi suhada dan masuk surga, katakanlah kepada mereka silakan tunjukkan teladannya dengan melakukannya sendiri. Tanyakan kepada mereka itu ‘Mengapakah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?’ (S.61 Ash-Shaf: 2)

Laku demikian sama sekali tidak bisa disebut sebagai suatu amal saleh, bahkan lebih merupakan pencemaran nama Islam serta pendurhakaan terhadap firman Tuhan. Al-Quran jelas menyatakan:

‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta bendamu antara sesamamu dengan jalan batil, kecuali yang kamu dapatkan dengan perniagaan berdasar kerelaan di antara sesamamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadapmu.’ (S.4 An-Nisa: 29)

Kata-kata ‘janganlah kamu membunuh dirimu’ melarang keras tindakan bunuh diri. Disamping itu apakah mungkin laku pembunuhan orang-orang tidak berdosa dianggap sebagai amal saleh yang akan memberikan izin seorang Muslim masuk pintu surga? Yang pasti adalah membuka jalan ke pintu neraka! Abu Zaid bin Thabit bin Dhahak meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

‘Barangsiapa yang bersumpah palsu dan tidak mengatakan keadaan yang sebenarnya, sesungguhnya ia bukan dari pengikut Islam sebagaimana ia menganggap dirinya. Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sebuah alat maka ia akan disiksa dengan alat itu pada Hari Penghisaban. Seseorang tidak boleh bersumpah tentang sesuatu yang bukan haknya. Mengutuk seorang mukminin sama saja dengan membunuhnya.’ (Bukhari, Kitab Adab, bab Memanggil dengan nama buruk dan mengutuk)

Dengan demikian para pria dan wanita yang menyebut dirinya Muslim yang berencana membunuh dirinya atau mengajak orang lain untuk bunuh diri dengan menggunakan bom sehingga menyebabkan matinya orang-orang yang tidak berdosa, perhatikanlah ayat Al-Quran dan Hadith dari Penghulu kalian. Bukan derajat suhada yang akan kalian peroleh tetapi neraka jahanam.

Terorisme di abad modern ini sama sekali bertentangan dengan visi dan penafsiran tentang hakikat Jihad Islamiah. Perang politis tidak bisa disebut sebagai Jihad. Teriakan Jihad terdengar berulang-ulang dan dari berbagai penjuru. Namun apa sebenarnya makna Jihad yang dimaksud Allah s.w.t. dan Rasul-Nya? Apa yang menjadi Jihad di masa kini yang patut kita ikuti? Al-Quran mengemukakan Jihad lain yang disebut sebagai Jihad Akbar sebagai:

‘Janganlah mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran ini dengan jihad yang besar.’ (S.25 Al-Furqan:52)

Jihad akbar dan hakiki menurut ayat ini adalah melaksanakan dan mengajarkan isi Al-Quran.Sekarang ini bukan lagi masanya menghunus pedang tetapi saatnya menggunakan hujjah. Apa yang dimaksud dengan hal ini dan bagaimana caranya kita harus masuk dalam medan laga agar manusia menyadari keindahan Islam dan ajarannya? Salah satu jawabannya adalah dengan memahami makna dari Jihad Fiallah atau Jihad Akbar yaitu Jihad terhadap nafsu dan kecenderungan buruk dalam diri kita, khususnya perjuangan kita melawan Syaitan. Inilah yang dimaksud dengan Jihad hakiki, Jihad individual guna memperbaiki diri menjadi saleh dan hamba Allah serta merobah Syaitan-syaitan dalam diri kita menjadi Muslim yang muttaqi agar kita bisa menarik orang lain ke dalam agama Islam. Al-Quran menyatakan:

‘Barangsiapa berjuang maka ia berjuang untuk dirinya pribadi, sesungguhnya Allah Maha Kaya, bebas dari sekalian mahluk-Nya.’ (S.29 Al-Ankabut:6)

Ayat ini menggambarkan apa yang dimaksud sesungguhnya dengan seorang Mujahid, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah. Wawasan agung dan luhur yang dilaksanakan secara konsisten dan konstan dalam praktek aktual itulah yang dimaksud sebagai Jihad dalam terminologi Islam, sedangkan orang yang melaksanakan dan mengamalkannya disebut sebagai Muhajid. Kita ini harus menjadi teladan yang sempurna dari ajaran Islam dan untuk itu kita harus memahami ajaran Al-Quran serta sunah Rasul. Rasulullah s.a.w. menyatakan bahwa sebaik-baik pernyataan dari keimanan yang hakiki adalah orang lain selalu terpelihara dan hidup damai karena perlindungan kita. Islam disebut agama yang terbaik ialah jika semua orang aman dari kita dan kita tidak pernah mencederai mereka baik dengan tangan atau pun lidah (Bukhari, Kitabul Iman).

Hadith itu merupakan kesimpulan dan teladan sempurna untuk kehidupan kita di dalam masyarakat. Wajib bagi setiap Muslim bahwa perilakunya harus menjadi teladan dan tidak ada siapa pun yang akan dirugikan dengan cara apa pun. Hal ini menjadi bagian dari keimanan dan senyatanya menjadi dasar dalam hubungan kita dengan Allah s.w.t.. Sebagai seorang mukminin sejati, kita tahu bahwa tujuan utama dalam kehidupan ini adalah mendekati Allah s.w.t.. Hidup ini singkat sekali dan sebelum kita sadari, separuh usia sudah lewat dengan cepatnya. Kita mengetahui dari Al-Quran bahwa hubungan seperti itu bisa diciptakan, namun juga dinyatakan bahwa kita harus berjuang mencarinya. Jika kita perhatikan kehidupan duniawi, kita bisa melihat upaya perjuangan seperti apa yang harus dilakukan guna mencapai keberhasilan. Cara yang sama dengan berjuang di jalan Allah akan menuntun kita pada pertemuan dengan Wujud-Nya.

Semestinya kita menilik ke dalam batin sendiri dan melihat berapa banyaknya waktu dan upaya yang dikeluarkan bagi keruhanian setiap harinya. Apakah ada kita berupaya setengah atau bahkan seperempat dari tenaga dan waktu yang dikeluarkan untuk dunia? Apakah hati kita sesungguhnya mendambakan kasih Allah sebagaimana halnya mendambakan kemewahan dunia? Apakah ada kita menghabiskan waktu yang banyak untuk berdoa, membaca Al-Quran, membelanjakan harta dan waktu di jalan Allah? Apakah hati kita ada menangis melihat penderitaan saudara-saudara kita dan apakah ada kita berupaya datang kepada mereka dengan tulus hati menyampaikan pesan Ilahi? Adakah kita mematuhi sepenuhnya ketentuan dan peraturan dalam Kitabullah, karena sesungguhnya tidak ada petunjuk yang lebih baik daripadanya. Semua ketentuan dan peraturan tersebut adalah bagi kemaslahatan kita sendiri. Siapa yang mengetahui jalan Allah yang terbaik kecuali Allah sendiri? Kita semestinya mematuhi kaidah Ilahi guna memastikan bahwa kita terpelihara dari pengaruh jahat internal mau pun eksternal diri kita serta mencerahkan perjalanan ruhani. Semua itu memerlukan perubahan dalam kebiasaan dan gaya hidup yang selama ini dianut. Fikiran dan pandangan perlu diubah dan dimodifikasi. Upaya demikian adalah berat dan melelahkan tetapi semua perjuangan memang berat dan menyakitkan adanya.

Orang-orang yang hidup berdasarkan pedoman Tuhan dan selalu berjuang di jalan-Nya maka mereka menjadi teladan hidup dari hamba-hamba Allah. Mereka kelihatan menonjol dibanding lingkungannya. Ada perubahan sempurna dalam internal dan eksternal pribadi mereka sehingga orang-orang lain akan terpana dan menghormati mereka karena adanya nur Ilahi yang bersinar dari wajah mereka. Mereka itu senyatanya menjadi bukti hidup dari ayat Al-Quran bahwa:

‘Dan tentang orang-orang yang berjuang untuk bertemu dengan Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka pada jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebajikan.’ (S.29 Al-Ankabut:70)

Kata Jihad itu mencakup keseluruhan aktivitas positif yang harus dilakukan seorang Muslim dan kita semua harus berlaku sebagai Mujahid yang secara istiqomah memperbaiki diri. Berjuang demi Allah membutuhkan tekad bulat dan keteguhan hati, dimana hal ini tidak mungkin bisa dicapai tanpa keimanan, pemahaman dan keyakinan yang hakiki kepada Wujud Maha Agung yang Maha Kuasa serta kepastian adanya kehidupan setelah kematian. Jika seorang Muslim meyakini bahwa keimanannya itu benar adanya, agama yang dianutnya itu juga benar maka ia tidak perlu takut kepada orang-orang yang berusaha menariknya keluar dari keimanan demikian. Sebaliknya, ia harus menerima mereka di rumahnya dengan senang hati dan melalui amal dan kata yang saleh, insya Allah, bisa menarik mereka ke dalam agamanya.

Sebelum masuk menjadi Muslim Ahmadiyah sekitar 14 tahun yang lalu, saya selalu berusaha selama hampir dua tahun untuk menarik seorang teman Ahmadi ke dalam agama Kristen. Teman ini sama sekali tidak mengambil sikap permusuhan, malah ia banyak mengajarkan kepada saya kebenaran agamanya dalam kata dan amal perbuatan, sehingga akhirnya tidak saja saya malah jatuh cinta kepada agama Islam, bahkan aku mencintai teman ini sebagaimana seseorang mencintai saudara kandungnya sendiri. Ia selalu menempatkan agama dan kewajiban agama di muka segalanya, bahkan kepentingan keluarganya sendiri. Melalui kata-kata dan amalnya yang saleh serta mengikuti teladan Rasulullah s.a.w. ia ini tidak saja berhasil menyeru saya tetapi juga banyak orang Inggris lainnya ke dalam Islam yang hakiki. Ia melaksanakan Jihad hakiki, tidak dengan kekerasan tetapi dengan ajakan yang lembut. Ia banyak mengalami rintangan namun kesabaran dan sifat istiqomahnya, terlebih lagi kecintaannya kepada sang Khalik, telah menjadikan dirinya sebagai penyeru kepada Allah yang paling berhasil.

Pedih hati ini menyaksikan laku ketidakadilan yang ditimpakan bangsa-bangsa Barat terhadap umat dan negeri-negeri Muslim. Tetapi lebih menyedihkan lagi menyaksikan tindakan orang-orang yang menyebut dirinya Muslim yang mencanangkan Jihad terhadap siapa pun yang tidak sependapat dengan penafsiran mereka tentang ajaran Islam dimana mereka melakukan tindak kekejaman yang memalukan atas nama Islam. Bagaimana bisa mereka menarik minat orang lain kepada agama Islam?


Betapa menyedihkan dan memalukan bahwa seorang yang asing sama sekali dan tidak pernah merugikan kita dan sedang menjalankan perintah kedinasannya, lalu ditembak mati tanpa alasan sehingga isterinya menjadi janda, anak-anaknya menjadi yatim serta tempat tinggalnya menjadi rumah berkabung. Hadith mana dan ayat Al-Quran mana yang memerintahkan tindak laku yang keji seperti itu? Apakah ada seorang saja ulama  yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan ini? Umat awam yang tidak berpengetahuan, begitu mendengar kata Jihad lalu menjadikannya sebagai pembenaran untuk memenuhi nafsu pribadi mereka sendiri
 
back to top